Pra-MPLS Hari Kedua SMP Negeri 1 Praya Tengah Ditandai Serah Terima 210 Murid Baru

Praya Tengah – SMP Negeri 1 Praya Tengah melaksanakan kegiatan Pra-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau Pra-MPLS hari kedua pada Sabtu, 18 Juli 2026. Kegiatan berlangsung sejak pukul 06.00 WITA dan diikuti oleh murid baru, orang tua atau wali murid, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, serta sejumlah tamu undangan.

Pra-MPLS hari kedua dimulai dengan kegiatan salam sapa murid baru pada pukul 06.00 hingga 07.00 WITA. Kegiatan tersebut bertujuan membangun kedekatan antara murid, guru, dan warga sekolah sejak hari pertama mereka memasuki lingkungan pendidikan yang baru.

Setelah kegiatan salam sapa, seluruh murid baru mengikuti sholat dhuha berjamaah dan membaca Al-Qur’an Juz 30 pada pukul 07.00 hingga 08.00 WITA. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sarapan bersama selama 30 menit. Kebersamaan tersebut menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan, kedisiplinan, serta kepedulian antarmurid.

Pada pukul 08.30 WITA, panitia memberikan pengarahan mengenai pelaksanaan MPLS. Dalam pengarahan tersebut, murid baru memperoleh penjelasan tentang tata tertib, rangkaian kegiatan, serta sikap yang perlu diterapkan selama mengikuti MPLS.

Serah Terima Murid Baru kepada Pihak Sekolah

Agenda utama Pra-MPLS hari kedua adalah acara serah terima murid baru dari orang tua atau wali murid kepada pihak SMP Negeri 1 Praya Tengah. Serah terima dilakukan dalam dua kategori, yaitu serah terima murid reguler secara keseluruhan dan serah terima murid yang mengikuti program Pondok Tahfiz Zain bin Tsabit.

murid baru

Antusias calon murid baru beserta para wali murid mengikuti rangkaian kegiatan


Acara dimulai dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan tilawatil Al-Qur’an yang dibawakan oleh siswa. Pembina tahfiz selanjutnya memimpin doa agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan seluruh murid baru memperoleh kemudahan selama menempuh pendidikan.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Komite Sekolah, Kepala SMP Negeri 1 Praya Tengah, dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah. Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang sebelumnya dijadwalkan hadir belum dapat mengikuti kegiatan karena memiliki agenda lain.

Ketua Komite SMP Negeri 1 Praya Tengah, Agus Argawan Budi, S.Pd., yang juga mewakili orang tua dan wali murid, menyampaikan bahwa penerimaan murid baru tahun pelajaran 2026 menjadi catatan penting dalam perjalanan sekolah.

Menurutnya, jumlah murid baru pada tahun ini mencapai 210 orang. Jumlah tersebut menjadi penerimaan murid baru terbanyak sepanjang sejarah SMP Negeri 1 Praya Tengah.

Peningkatan jumlah murid menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan, program pembinaan, dan pelayanan yang diselenggarakan oleh sekolah. Komite sekolah berharap pihak sekolah dan orang tua terus memperkuat kerja sama dalam mendampingi perkembangan akademik, karakter, dan potensi setiap murid.

Kepala Sekolah Paparkan Program Pembinaan Harian

Kasrah S.Pd

Sambutan oleh kepala SMP Negeri 1 Praya Tengah Kasrah, S.Pd

Kepala SMP Negeri 1 Praya Tengah, Kasrah, S.Pd., menyampaikan terima kasih atas kepercayaan orang tua yang telah memilih SMP Negeri 1 Praya Tengah sebagai tempat pendidikan bagi putra dan putrinya.

Dalam sambutannya, kepala sekolah memaparkan sejumlah program pembinaan yang dilaksanakan setiap hari. Aktivitas sekolah dimulai sejak pagi dan berlangsung hingga setelah pelaksanaan sholat Ashar.

Setiap murid yang datang ke sekolah dibiasakan memungut sampah yang ditemukan di lingkungan sekolah. Gerakan tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter untuk menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Kegiatan harian kemudian dilanjutkan dengan shalat Dhuha berjemaah, membaca Al-Qur’an, dan proses kegiatan belajar mengajar. Setelah kegiatan akademik selesai, murid dapat mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler hingga ba'da sholat Ashar.

Program tersebut dirancang untuk membentuk murid yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, disiplin, mandiri, peduli lingkungan, serta mampu mengembangkan minat dan bakatnya.

MPLS Harus Aman, Nyaman, dan Menggembirakan

Kadisdikbud

Sambutan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah, Drs. H. Lalu Idham Halid, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan MPLS harus dilaksanakan dengan suasana yang riang, aman, nyaman, dan mendidik.

Ia menekankan bahwa kegiatan pengenalan lingkungan sekolah tidak boleh mengandung kekerasan, perundungan, intimidasi, atau tindakan tidak terpuji lainnya. Seluruh guru dan panitia harus memastikan setiap murid baru merasa diterima, dilindungi, dan dihargai.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga berharap peristiwa kekerasan di lingkungan pendidikan yang sempat menjadi perhatian publik tidak kembali terjadi. Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi murid untuk belajar, berinteraksi, dan mengembangkan dirinya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rencana pengembangan SMP Negeri 1 Praya Tengah menuju sistem boarding school atau sekolah berasrama. Rencana tersebut diharapkan dapat memperkuat pembinaan akademik, karakter, keagamaan, dan kemandirian murid secara lebih terarah.

Ia turut mengapresiasi keberadaan 12 kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Praya Tengah. Jumlah dan kualitas kegiatan ekstrakurikuler diharapkan terus bertambah agar sekolah dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi murid untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga, seni, keagamaan, teknologi, kepemimpinan, dan keterampilan lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga meminta sekolah memprioritaskan murid yang berasal dari keluarga kurang mampu agar memperoleh Program Indonesia Pintar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Orang Tua dan Guru Harus Memperkuat Kolaborasi

Kepada orang tua, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berpesan agar memberikan kepercayaan kepada guru dalam membina dan mendidik anak. Namun, kepercayaan tersebut tetap harus disertai komunikasi dan pengawasan yang baik.

Orang tua juga diminta mengawasi penggunaan gawai oleh anak. Pengawasan penting dilakukan agar murid tidak terpapar paham radikalisme, konten kekerasan, perundungan digital, maupun informasi yang bertentangan dengan nilai agama dan pendidikan.

Apabila ditemukan kejadian yang tidak wajar pada murid, orang tua diminta tidak menutupinya. Orang tua perlu menyampaikan informasi secara terbuka kepada pihak sekolah agar sekolah dapat melakukan penanganan dan pencegahan sejak dini.

Kepada para guru, Kepala Dinas Pendidikan berpesan agar terus menjaga profesionalisme, keteladanan, dan ketegasan dalam membimbing murid. Guru merupakan benteng terdepan dalam membentuk karakter, pengetahuan, dan masa depan generasi muda.

Sementara itu, para murid baru diminta memanfaatkan seluruh fasilitas dan program yang disediakan oleh sekolah. Murid juga diharapkan menjadi generasi yang melek teknologi, tetapi tetap bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakannya.

Teknologi harus dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar, meningkatkan kreativitas, memperluas wawasan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat. Murid juga perlu membangun kebiasaan disiplin, menghormati guru, menjaga pertemanan, menjauhi perundungan, serta aktif mengikuti kegiatan sekolah.

Penandatanganan Akad Serah Terima

ttd

Penandatanganan akad serah terima peserta didik baru dan santri pondok tahfidz


Setelah rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan persembahan hafiz dan hafizah oleh siswa. Santri Pondok Tahfiz Zain bin Tsabit juga menampilkan persembahan lagu dan pembacaan puisi.

Puncak acara ditandai dengan penandatanganan akad serah terima murid baru. Penandatanganan dilakukan oleh perwakilan wali murid reguler dan perwakilan wali murid dari program Pondok Tahfiz Zain bin Tsabit bersama pihak sekolah.

Penandatanganan tersebut menjadi simbol dimulainya kerja sama antara orang tua dan sekolah dalam mendidik, membina, serta mengembangkan potensi murid selama mengikuti pendidikan di SMP Negeri 1 Praya Tengah.

Melalui kegiatan ini, sekolah berharap seluruh murid baru mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengikuti proses pendidikan secara disiplin, dan mengembangkan prestasi sesuai dengan potensi masing-masing.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah menutup sambutannya dengan harapan agar SMP Negeri 1 Praya Tengah terus meningkatkan mutu pendidikan dan menjadi sekolah percontohan bagi sekolah lain, khususnya di Kabupaten Lombok Tengah.

Rangkaian kegiatan Pra-MPLS hari kedua kemudian ditutup dengan tertib dan penuh kekeluargaan.

Galeri Foto:

5

6

7

8

11

10

12



Topik
Kegiatan Sekolah Berita Sekolah
Bagikan