SMP Negeri 1 Praya Tengah Perkuat Pengelolaan Sampah dan Persiapan Sekolah Adiwiyata

PRAYA TENGAH — SMP Negeri 1 Praya Tengah menggelar sosialisasi pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian warga sekolah terhadap lingkungan sekaligus memperkuat persiapan menuju sekolah Adiwiyata, Jumat, 23 Januari 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan materi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang disampaikan oleh Arif, mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lalu Sarkin Junaidi, S.Sos., M.Si. Sosialisasi juga dirangkai dengan praktik pengelolaan sampah organik menjadi pupuk yang disampaikan Kepala Desa Semparu, Kecamatan Kopang, Lalu Ratmaji Hijrat.

Dalam penyampaian materinya, Arif menekankan bahwa keberhasilan sebuah sekolah dalam membangun lingkungan yang bersih, hijau, dan berkelanjutan sangat bergantung pada kepemimpinan serta komitmen seluruh warga sekolah.

Menurutnya, pemimpin sekolah perlu memiliki wawasan dan kepedulian terhadap lingkungan hidup agar mampu membentuk iklim sekolah yang mendukung pelaksanaan program Adiwiyata. Selain itu, sejumlah aspek fisik sekolah, termasuk pengelolaan drainase, juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat.

Program Adiwiyata pada dasarnya diarahkan untuk mewujudkan sekolah yang bersih dan hijau atau green and clean. Berdasarkan kondisi lingkungan SMP Negeri 1 Praya Tengah, sekolah tersebut dinilai telah memiliki potensi untuk mengembangkan program Adiwiyata.

Dalam kegiatan itu juga disampaikan pentingnya pendidikan lingkungan hidup sejak usia dini. Pengetahuan dan kebiasaan menjaga lingkungan dinilai perlu ditanamkan bahkan sejak jenjang taman kanak-kanak agar menjadi bagian dari karakter anak ketika tumbuh dewasa.

Upaya membangun kesadaran lingkungan, lanjut Arif, tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan pemerintah. DLH juga berupaya bekerja sama dengan tokoh agama, termasuk tuan guru dan ustaz, untuk menyampaikan pesan-pesan tentang kepedulian terhadap lingkungan hidup kepada masyarakat.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membangun keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan atau hablumminallah dan hubungan antarsesama manusia atau hablumminannas, termasuk melalui tanggung jawab menjaga lingkungan.

Program Adiwiyata juga memiliki orientasi jangka panjang. Pembentukan karakter peduli lingkungan pada peserta didik diharapkan memberikan dampak dalam kurun waktu 10 hingga 15 tahun, ketika para lulusan sekolah telah terjun dan berperan di tengah masyarakat.

Untuk menuju sekolah Adiwiyata, pihak sekolah juga perlu melakukan berbagai persiapan administratif. Persiapan tersebut mencakup perencanaan dan pendaftaran, penerbitan surat keputusan, pembentukan kader Adiwiyata, serta penyusunan program kerja jangka pendek maupun jangka panjang hingga empat tahun.

Sekolah juga diarahkan melakukan pendaftaran melalui sistem informasi yang digunakan dalam program tersebut. Selain itu, guru didorong mengintegrasikan materi lingkungan hidup ke dalam berbagai mata pelajaran.

Dalam pembelajaran matematika, misalnya, persoalan lingkungan dapat dimasukkan melalui penghitungan volume sampah. Dengan cara tersebut, pendidikan lingkungan tidak berdiri sendiri, tetapi dapat diterapkan secara terintegrasi dalam proses pembelajaran.

Aspek konservasi air juga menjadi perhatian dalam sosialisasi. Pada kesempatan tersebut diperkenalkan alat manual pembuatan lubang biopori yang dapat digunakan untuk membantu meresapkan air yang menggenang ke dalam tanah. Lubang biopori juga dapat diisi dengan sampah organik sehingga limbah tersebut dapat kembali dimanfaatkan.

Sampah Harus Dipandang sebagai Sumber Daya

Selain pemaparan mengenai Adiwiyata, peserta mendapatkan materi dan praktik pengelolaan sampah organik menjadi pupuk dari Kepala Desa Semparu, Kecamatan Kopang, Lalu Ratmaji Hijrat.

Dalam pemaparannya, Lalu Ratmaji memperkenalkan metode pengomposan Takakura sebagai salah satu cara mengolah sampah organik.

“Sampah harus dipandang sebagai sumber daya, bukan sebagai masalah. Jika dipandang sebagai masalah, maka akan menjadi masalah,” kata Lalu Ratmaji.

Ia menjelaskan, Pemerintah Desa Semparu telah berupaya menyelesaikan persoalan sampah sejak 2012. Pengelolaan sampah menjadi salah satu program prioritas desa yang membutuhkan proses panjang, kesabaran, dan konsistensi sebelum hasilnya dapat dirasakan masyarakat.

Menurutnya, persoalan sampah harus diselesaikan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Karena itu, program pengelolaan sampah di Desa Semparu menyentuh berbagai lini, mulai dari lembaga Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), kader masyarakat, hingga pelayanan administrasi di desa.

Salah satu langkah yang diterapkan adalah mendorong masyarakat membawa sampah anorganik ketika mengurus pelayanan administrasi. Kebijakan tersebut bertujuan membangun kebiasaan warga membersihkan rumah dari sampah anorganik.

Kebiasaan serupa juga diterapkan dalam sejumlah kegiatan masyarakat, termasuk arisan PKK. Peserta dibiasakan membawa sampah sehingga aktivitas pengelolaan sampah secara perlahan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, sampah organik ditangani dan diolah oleh petugas. Pengelolaannya membutuhkan sejumlah persiapan, di antaranya penyediaan lahan serta bahan untuk membuat starter atau bioaktivator.

Dalam kegiatan tersebut juga diperkenalkan pemanfaatan maggot atau larva yang mampu mengonsumsi bahan-bahan organik yang membusuk. Pemanfaatan maggot menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi volume sampah organik sekaligus meningkatkan nilai guna limbah.

Pada sesi diskusi, Kepala SMP Negeri 1 Praya Tengah menanyakan kondisi wadah yang digunakan dalam proses pencampuran dan pengolahan sampah. Dijelaskan bahwa setelah starter siap, bahan ditempatkan di lokasi tertentu dan ditutup menggunakan terpal agar proses pengolahan tidak mencemari lingkungan sekitar.

Melalui sosialisasi dan praktik tersebut, SMP Negeri 1 Praya Tengah diharapkan dapat memperkuat pengelolaan lingkungan sekolah, membangun budaya memilah dan mengolah sampah, serta meningkatkan kesiapan dalam menjalankan program Adiwiyata secara berkelanjutan.


Galeri Kegiatan:


WhatsApp Image 2026 08 07 at 08.07.34 (1)

WhatsApp Image 2026 08 07 at 08.07.34 (2)

WhatsApp Image 2026 08 07 at 08.07.35 (1)

WhatsApp Image 2026 08 07 at 08.07.33

Topik
Kegiatan Sekolah Berita Sekolah
Bagikan